<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Remaja Islam yang Memegang Teguh Quran dan Hadits</title>
	<atom:link href="http://remaja4istiqomah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com</link>
	<description>bibit unggul bagi bangsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Apr 2008 04:15:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='remaja4istiqomah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Remaja Islam yang Memegang Teguh Quran dan Hadits</title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://remaja4istiqomah.wordpress.com/osd.xml" title="Remaja Islam yang Memegang Teguh Quran dan Hadits" />
	<atom:link rel='hub' href='http://remaja4istiqomah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menjemput Rezeki</title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/03/04/menjemput-rezeki/</link>
		<comments>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/03/04/menjemput-rezeki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 02:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REMAJA MESJID AL ISTIQOMAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menjemput Rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/03/04/menjemput-rezeki/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.&#8221; (QS. Al-Mulk : 15). Menjemput &#8216;kran rezeki&#8217; yang telah ditetapkan Allah SWT merupakan kewajiban setiap muslim. Dalam menjemput rezeki, secara teknis kita akan dihadapkan dengan zona rezeki yang baik dan rezeki yang tidak baik, rezeki yang halal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=31&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.&#8221; (QS. Al-Mulk : 15).</p>
<p>Menjemput &#8216;kran rezeki&#8217; yang telah ditetapkan Allah SWT merupakan kewajiban setiap muslim. Dalam menjemput rezeki, secara teknis kita akan dihadapkan dengan zona rezeki yang baik dan rezeki yang tidak baik, rezeki yang halal dengan rezeki yang tidak halal. Hal itu sebagaimana tersurat dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 57, &#8220;&#8230; makanlah makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu;&#8230;&#8221;</p>
<p>Ayat di atas, secara tersirat menjelaskan, sesungguhnya rezeki yang disebar Allah terdiri atas rezeki yang baik dan rezeki yang tidak baik, dan kita diperintahkan untuk menjemput rezeki yang baik-baik saja. Tergelincirnya seseorang menikmati rezeki yang tidak baik disebabkan faktor ketakutan, kegelisahan, dan tidak yakin terhadap jatah yang telah ditetapkan Allah. Mereka takut miskin, padahal perasaan itu hanya bisikan setan. Sebagaimana firman Allah, &#8220;Setan itu menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu melakukan kejahatan.&#8221; (QS. Al Baqarah : 268). Sesungguhnya Allah dalam Al-Quran telah bersumpah akan menjamin rezeki semua makhluknya, &#8220;Dan di langit terdapat rezekimu dan apa-apa yang dijanjikan kepadamu. Demi tuhannya langit dan bumi, sesungguhnya apa yang dijanjikan itu adalah benar, seumpama perkataanmu.&#8221; (QS. Adz-Dzariyat : 22 &#8211; 23).</p>
<p>Dengan demikian, mengapa harus khawatir dengan rezeki? Toh setiap orang sudah ditetapkan porsi rezeki yang bakal diterimanya. Yang harus menjadi perbincangan, bagaimana menjemput rezeki kita agar seluruhnya dapat dinikmati? Sisi lain yang tidak dapat diabaikan, kita harus mampu memilah rezeki yang baik dan tidak baik, atau rezeki yang halal dengan rezeki yang tidak halal.</p>
<p>Jika kita bertanya, manakah yang lebih luas, rezeki halal atau rezeki haram? Menurut konteks fikih, pintu rezeki halal lebih luas. Hal itu dapat kita analogikan sebagai berikut, banyaknya jenis makanan atau minuman yang dilarang Allah untuk dikonsumsi ternyata lebih sedikit, ketimbang makanan atau minuman yang tidak dilarang. Bangkai, hewan berkuku tajam, dan marus adalah jenis makanan yang dilarang, selebihnya halal. Mencuri, menipu adalah jenis pekerjaan yang dilarang, selebihnya halal. Jadi, jenis rezeki yang halal itu sebenarnya lebih banyak.</p>
<p>Berkaitan dengan proses menjemput rezeki yang halal dan tidak halal pun memiliki perbedaan. Dalam menjemput rezeki halal ternyata lebih menyenangkan dan menentramkan daripada menjemput rezeki haram. Mengapa demikian? Dalam teknis menjemput rezeki —baik halal maupun haram—ternyata sama, di antaranya cape, melelahkan, dan butuh keterampilan. Tetapi, bedanya dalam menjemput rezeki halal kita akan memperoleh imbalan berupa pahala. Sementara dalam menjemput rezeki haram kita akan mendapat imbalan berupa &#8216;palu&#8217; alias siksa, baik kelak di yaumil-akhir atau &#8216;palu&#8217; pengadilan karena terbukti melakukan kesalahan.</p>
<p>Kunci utama dalam menjemput rezeki halal adalah ikhtiar dan tawakal. Sikap tawakal tidak identik dengan pasrah, apa adanya, kumaha engke, atau malas. Tawakal menurut bahasa berasal dari kata &#8216;wakala&#8217; artinya menyerahkan &#8216;sesuatu&#8217;. Itulah sebabnya, Yusuf Qardhawi mengemukakan, tawakal merupakan cabang iman kepada Allah SWT, yang menyerukan kepada penyerahan diri kepada Allah SWT, semata tanpa mengabaikan sebab. Seiring dengan ungkapan itu, Abu Turab an-Nakhsyaby menjelaskan, tawakal adalah gerakan untuk ubudiyah, menggantungkan hati kepada penanganan Allah, ketenangan kepada qadha dan qadar Allah SWT, kedamaian menerima kecukupan dari Allah, bersyukur jika diberi dan bersabar jika ditahan.</p>
<p>Tawakal adalah pancaran dari sikap optimis yang dibuktikan dengan kekuatan doa dan kekuatan ikhtiar secara optimal. Dengan kata lain, tawakal adalah usaha yang dilakukan sepenuh hati dan dibuktikan dengan kesungguhan secara fisik. Sikap tawakal seorang muslim bukan pada hasil tetapi pada proses. Ketika seekor kuda diikat atau ditambatkan pada sebatang pohon agar tidak lepas adalah sebuah proses tawakal. Toh, nanti ternyata setelah kuda diikat dengan kuat tetapi tetap bisa kabur itu adalah semata-mata kehendak Allah SWT. Demikian makna tawakal yang diajarkan panutan kita, Rasulullah SAW.</p>
<p>Konsep tawakal yang diajarkan Rasulullah memiliki keutamaan yang sangat erat dengan pola hidup seorang muslim. Pertama, sikap tawakal sangat disukai Allah. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 159, &#8220;Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka tawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.&#8221; Kedua, dengan sikap tawakal, Allah akan mencukupkan keperluan kita. Hal itu sesuai dengan janji Allah dalam Al-Quran surat At-Talaq ayat 3. Ketiga, sikap tawakal merupakan bukti iman yang benar. Firman Allah, &#8220;Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakal, jika kalian enar-enar orang yang beriman.&#8221; (QS. Al-Maidah : 23). Keempat, dengan tawakal Allah akan memudahkan urusan rezeki kita. Rasulullah bersabda, &#8220;Sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung yang pergi dalam keadaan perut kosong dan kembali lagi dalam keadaan kenyang.&#8221; (HR. Tirmidzi).</p>
<p>Beranjak dari keutamaan tawakal, maka dapat dipastikan dalam setiap gerak langkah saat menjemput rezeki akan selalu melahirkan rasa optimis yang tinggi. Kondisi ini sejalan dengan hakekat kehadiran rezeki, yakni dari mana memperoleh rezeki dan bagaimana membelanjakan rezeki tersebut. Soal banyak sedikit rezeki yang diperoleh bukan masalah. Toh, posisi kita dalam tataran rezeki hanya sebagai pemegang amanah, bukan pemilik.</p>
<p>Itulah sebabnya, kita tidak perlu risau dalam menjemput rezeki. Modal utama yang perlu disiapkan adalah mengedepankan keyakinan diri (optimis) seraya mengimbanginya dengan ikhtiar dan doa secara sungguh-sungguh. Wallahu a’lam bish shawab. [BKS-115]<br />
(laut)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=31&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/03/04/menjemput-rezeki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/335ad2805159c0565fde3a358b008f47?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Remaja Mesjid Al Istiqomah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/17/28/</link>
		<comments>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/17/28/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 14:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REMAJA MESJID AL ISTIQOMAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remaja4istiqomah.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[href=&#8221;http://remaja4istiqomah.files.wordpress.com/2008/02/ala_tomo.jpg&#8221; title=&#8221;ala_tomo.jpg&#8221;&#62;&#60;a<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=28&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>href=&#8221;http://remaja4istiqomah.files.wordpress.com/2008/02/ala_tomo.jpg&#8221; title=&#8221;ala_tomo.jpg&#8221;&gt;<img src="http://remaja4istiqomah.files.wordpress.com/2008/02/ala_tomo.thumbnail.jpg?w=125&#038;h=97" alt="ala_tomo.jpg" height="97" width="125" /></a>&lt;a </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=28&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/17/28/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/335ad2805159c0565fde3a358b008f47?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Remaja Mesjid Al Istiqomah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://remaja4istiqomah.files.wordpress.com/2008/02/ala_tomo.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ala_tomo.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jama&#8217;ah Islamiyah dan Terorisme</title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/11/jamaah-islamiyah-dan-terorisme/</link>
		<comments>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/11/jamaah-islamiyah-dan-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 08:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REMAJA MESJID AL ISTIQOMAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/11/peranan-wanita-dan-kebangkitan-ummat-islam-masa-kini/</guid>
		<description><![CDATA[Katagori : Untold Story / the X files Oleh : Erros Jafar 01 Aug 2003 &#8211; 7:20 am Jamaah Islamiyah (JI) kembali menjadi sorotan. Jajaran aparat telah memperketat penjagaan banyak instansi vital sebagai antisipasi menangkal aksi-aksi teror yang ditengarai dilakukan oleh kelompok JI. Dari persidangan Imam Samudera cs sulit untuk menyatakan bahwa jaringan ekstrim versi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=30&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Katagori : Untold Story / the X files<br />
Oleh : Erros Jafar 01 Aug 2003 &#8211; 7:20 am</p>
<p>Jamaah Islamiyah (JI) kembali menjadi sorotan. Jajaran aparat telah memperketat penjagaan banyak instansi vital sebagai antisipasi menangkal aksi-aksi teror yang ditengarai dilakukan oleh kelompok JI. Dari persidangan Imam Samudera cs sulit untuk menyatakan bahwa jaringan ekstrim versi Samudera tersebut tidak ada, walaupun dalam persidangannya baru-baru ini ia menyatakan keyakinannya bahwa JI tidak ada. JI di-blow-up oleh banyak media sehingga menjelma menjadi icon teror bagi peradaban modern dan bagi kemanusiaan.</p>
<p>Jamaah Islamiyah dan al ghuluw<br />
Embrio JI yang bercita-cita untuk mewujudkan masyarakat Islami diklaim banyak pihak sebagai buah ijtihad almarhum Abdullah Sungkar (salah satu pendiri pesantren al Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah). Negara Islam yang akan dibangun harus berdiri di atas tiga fondasi kekuatan akidah, akhlak dan angkatan bersenjata. (Musthafa (ed.) Indonesia and Abu Bakar Ba&#8217;asyir in the Eyes of the CIA, Sept.2002)</p>
<p>Kaidah almarhum Sungkar tersebut nampaknya terus dianut oleh generasi Imam Samudera cs. Tidak dipungkiri bahwa prinsip kekuatan akidah dan akhlak sangat substansial bagi tegaknya masyarakat Islami. Tapi prinsip ketiga angkatan bersenjata (al quwwah al musallahah) bagi penulis bukanlah skala prioritas. Prinsip yang menjadi manifestasi dari konsep wa a&#8217;iddu (persiapkanlah) kekuatan (al quwwah) di dalam Al Qur&#8217;an ayat 60 surat al Anfaal tersebut tak sepenuhnya justified dan masih debatable.</p>
<p>Memang dari ayat tersebut umat (dahulu, sekarang dan akan datang) dianjurkan untuk mempersiapkan kekuatan apapun bentuknya, termasuk pasukan perang. Tujuannya guna mempertahankan eksistensi, izzah (dignitas), kehormatan, perbatasan, keamanan dan kemajuan. Konsep tersebut akan melahirkan deterrent dan balance of power yang secara empiris dapat mewujudkan perdamaian. Tapi persoalannya apakah konsep a&#8217;iddu di sini yang berkonotasi mempersiapkan pasukan tempur dapat dilakukan oleh kelompok per kelompok?</p>
<p>Kata quwwah dalam ayat tersebut bersifat indefinite noun yang punya makna umum yakni semua jenis kekuatan termasuk kekuatan mental-spiritual (maknawi). Menurut DR.Wahbah, bahwa mempersenjatai umat dengan akidah Islamiyah yang benar dan akhlak yang shaleh jauh lebih urgent dan esensial karena tanpa akidah dan akhlak niscaya kemenangan yang diinginkan hanya menjadi impian. (Dr.Wahbah al Zuhaili, al Tafsir al Munir, 1991)</p>
<p>Mempersenjatai umat dengan akidah yang benar dan akhlak yang mulia saat ini jauh lebih baik dari pada melatih mereka menjadi milisi-milisi tempur, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu di mana dibenarkan untuk berperang. Menurut Muhammad Jamaluddin Ali Mahfudz dalam bukunya &#8220;Pengantar Doktrin Militer Islam&#8221; (1976) bahwa perang dibenarkan hanya untuk dua tujuan yaitu raddu al &#8216;udwaan (melawan permusuhan atau agresi), al difaa&#8217; &#8216;an al da&#8217;wah wa hurriyat al tadayyun (membela dakwah dan kebebasan beragama).</p>
<p>Selain itu konsep a&#8217;iddu secara militer lebih mengaudiensi negara dari pada kelompok per kelompok. Bila hal tersebut dipahami sah dilakukan oleh kelompok maka akan terjadi al ghuluw (memahami agama secara eksesif). Pengalaman empiris umat menunjukkan bahwa milisi-milisi yang lahir seperti Jamaah Islamiyah dan Jamaah al Takfir di Mesir, lebih cenderung destruktif. Tidak jarang mereka ditunggangi oleh kekuatan lain yang hanya mendeskriditkan dan memecah belah umat.</p>
<p>Ekstrimis klasik pertama, Khawarij, muncul bukan karena kurang ikhlas, kurang ibadah atau kekhusyu&#8217;an, tapi al ghuluw. Dalam konteks ini Rasulullah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad : &#8220;Hindarilah kamu dari al ghuluw di dalam beragama, karena sesungguhnya orang yang sebelum kamu binasa karena al ghuluw dalam beragama&#8221;.</p>
<p>JI memberontak<br />
Dalam konteks JI, ia tumbuh menjadi kelompok liar dan konon memberontak terhadap ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir yang bersama Majlis Mujahidin Indonesia (MMI) memperjuangkan Syariah secara demokratis dan transparan.</p>
<p>Di sini al ghuluw JI lebih disebabkan dua hal. Pertama, memahami kalimat turhibuuna pada ayat 60 di atas dengan irhaab (teror) dalam artian violence. Kalau dikaji mendalam, tidak ada satu ayat Al Qur&#8217;an pun yang mendasari aksi kekerasan dan pemaksaan dalam beragama (QS 2 : 256 dan 10: 99). Islam menjunjung tinggi perlindungan terhadap darah, agama, kehormatan, harta dan akal yang kelimanya menjadi maqaashid al syariah (tujuan hukum Islam). Islam mengajarkan cara-cara yang paling elegan dalam berdakwah yaitu melalui cara-cara hikmah, nasehat yang baik dan debat yang excellent. (QS 16 : 125)</p>
<p>Kedua, Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar. Hadits yang diriwayatkan al Imam Muslim berbunyi : &#8220;Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangan/kekuasaan (biyadihi), apabila tidak bisa maka dengan lisannya, bila tidak bisa maka dengan hatinya dan itu merupakan iman yang paling lemah.&#8221; Jum&#8217;ah Amin dalam bukunya &#8220;Qadhiyyah al Irhab, ar ru&#8217;yah wa al &#8216;ilaj&#8221; –(Kairo, 1997) yang mengutip pendapat Ibnu Taymiyah mengatakan bahwa hal tersebut fardhu al kifayah (bila sudah dilakukan oleh sebagian orang maka gugur kewajiban itu bagi yang lain). Dan &#8216;biyadihi&#8217; hanya dilakukan oleh mereka yang punya otoritas termasuk penguasa, orang tua di rumah, kepala perusahaan, ketua, suami dalam rumah tangga dan bukan semua orang.</p>
<p>Maka fenomena terorisme JI dipandang sebagai wujud dari ketidak sabaran, pemahaman yang tidak matang dan bahkan keliru yang dikhawatirkan terjebak al ghuluw seperti dijelaskan di atas. Kecenderungan terprovokasi oleh situasi dan kondisi umat untuk merubah dengan violence (al &#8216;unf), juga terjadi di zaman Rasulullah SAW. Tapi beliau tenangkan sikap revolusioner para sahabat tersebut termasuk saat Umar bin Khattab yang akan menghabisi seorang Munafik Abdullah bin Ubay. Mereka disabarkan agar proses tarbiyah (penggemblengan) berjalan secara sempurna. Yang diinginkan adalah tanaman yang dirawat dengan baik, matang dengan sempurna, tidak karbitan dan premature. Dan kekerasan lebih banyak merusak dari pada memperbaiki. Wallahu a&#8217;lam. (eramuslim &#8211; )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=30&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/11/jamaah-islamiyah-dan-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/335ad2805159c0565fde3a358b008f47?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Remaja Mesjid Al Istiqomah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngomongin Motivasi dan Mood</title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/07/ngomongin-motivasi-dan-mood/</link>
		<comments>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/07/ngomongin-motivasi-dan-mood/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 05:55:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REMAJA MESJID AL ISTIQOMAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remaja4istiqomah.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kamu masih memiliki motivasi untuk menjadi penulis? Syukurlah. Itu artinya kamu masih punya modal. Masih semangat juga kan? Oke, itu sudah cukup sebagai trigger (pemicu) untuk merintis jalan menjadi penulis. Kerja keras yang gigih akan memunculkan keseriusan.Banyak penulis beken dan handal saat ini yang berangkat dari bawah. Mereka dengan semangat tinggi akhirnya berhasil meraih prestasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=23&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://technorati.com/faves?sub=addfavbtn&amp;add=http://gaulislam.com"><img src="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" alt="Add to Technorati Favorites" border="0" /></a></p>
<div class="main"><a href="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/calvin-bad-mood.gif" title="calvin-bad-mood.gif"><img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/calvin-bad-mood.thumbnail.gif" alt="calvin-bad-mood.gif" align="left" /></a>Kamu masih memiliki motivasi untuk menjadi penulis? Syukurlah. Itu artinya kamu masih punya modal. Masih semangat juga kan? Oke, itu sudah cukup sebagai <i>trigger</i> (pemicu) untuk merintis jalan menjadi penulis. Kerja keras yang gigih akan memunculkan keseriusan.Banyak penulis beken dan handal saat ini yang berangkat dari bawah. Mereka dengan semangat tinggi akhirnya berhasil meraih prestasi yang bagus dalam menulis. Seperti JK Rowling, Rosihan Anwar, Emha Ainun Nadjib dll.<span></span></p>
<p>Saya punya pengalaman menarik soal ini. Memang sih, keseriusan saya kepada dunia tulis-menulis munculnya boleh dibilang telat banget. Gimana nggak, seumuran SMU baru muncul dan tumbuh berkembang. Telat memang, bila dibandingkan banyak penulis lainnya yang udah malang-melintang di dunia menulis sejak mereka di sekolah dasar. Waktu sekolah di SD, saya cuma seneng baca. Koran bekas bungkus makanan saja saya baca. Lumayan dapat wawasan sedikit. Kecintaan saya kepada dunia penulisan, itu pun dengan setitik cinta saja, baru tumbuh kelas 2 SMP. Lucunya, itu hanya sebatas puisi dan menulis surat saja. Gara-garanya saya sering dengerin lagu-lagunya Bang Ebiet G. Ade. Waktu itu, saya kepikiran enak kali ya bisa merangkai kata-kata indah dalam sebuah puisi.</p>
<p>Celakanya, itu tetep nggak saya geluti dengan penuh keseriusan. Maklum, motivasinya kan belum tumbuh. Inilah jadinya kalo nggak diasah. Waktu saya sekolah di SMAKBo, kebiasaan menulis surat dan menulis puisi kebawa juga ke Bogor. Di sini pula saya terlatih untuk membuat surat kepada ortu. Tujuan mulianya adalah meminta uang untuk biaya sekolah. Tentu, sebagai anak yang baik (cieeee…), saya tidak tembak langsung kepada sasaran, tapi saya tanya ini dan itu. Bahkan mungkin kesannya basa-basi banget. Tapi lama-kelamaan kebiasaan menulis surat itu menjadi hobi tersendiri. Sampai saat itu saya tetap belum memiliki motivasi utuk menjadi penulis. Nggak ada sedikit pun. <i>Nol potol</i> kata <i>wong Suroboyo mah</i>. J</p>
<p>Saya mulai sadar dengan keterampilan saya dalam merangkai kalimat adalah ketika mengerjakan tugas mata pelajaran PSPB di sekolah berupa karya tulis singkat. Kalo nggak salah waktu itu cukup 2 halaman kertas ukuran folio. Nah, mau nggak mau kan saya mengerjakan itu. Saya cuma modal semangat, apa saja yang ada dalam pikiran, saya tulis langsung di kertas itu. Rupanya mulai tumbuh kecintaan dan keseriusan saya dalam dunia penulisan. Puncaknya adalah motivasi seorang teman selepas acara pengajian. Menjelang tengah malam saya dan dia masih bangun. Terus tiba-tiba dia nyeletuk, “Kalo pengen bisa nulis, mulailah dengan menulis. Apa pun yang ada di benak kamu tuliskan saja. Kalo nanti hasilnya salah atau janggal, kan bisa diperbaiki.” Gebray! Serasa dapet cahaya terang bernderang. Sejak saat itu, saya kuatkan tekad bahwa saya harus bisa menjadi penulis.</p>
<p>Apa yang bisa saya lakukan waktu itu? Terus mempertahankan api semangat yang menyala dalam diri saya, bahwa saya harus bisa menjadi nulis dengan baik. Saya jadi menyediakan waktu khusus untuk baca buku-buku apa saja. Kunjungan ke toko buku jadi rutin. Waktu itu saya belum punya mesin tik, apalagi komputer. Saya cuma punya motivasi dan semangat. Itu saja. Itu sebabnya, kertas kosong selalu jadi sarana saya untuk menumpahkan segala perasaan saya menjadi sebuah tulisan. Kebetulan waktu kelas tiga SMAKBo seluruh siswa mendapatkan pelajaran komputer. Beda dengan ketika kelas dua yang cuma belajar DOS, saat itu muali belajar program pengolah kata, WS5. masih inget sampe sekarang. Tapi sayang tempay kursusnya udah bangkrut. Padahal lumayan untuk mengenang. Gimana nggak, di saat ada komputer nganggur saya langsung minta ijin untuk memakainya. Saat itulah kesempatan saya untuk menyalin tulisan dari coretan di kertas ke dalam komputer. Ngetiknya hebat lagi, “11 jari”! he..he..he.. iya, yang aktif cuma dua jari telunjuk aja. (backsound: kasihan deh gue..)</p>
<p>Sobat muda muslim, Sejak saat itu saya terus termotivasi dan merasa tertantang untuk bisa menulis dengan baik. Saya baca koran, majalah, dan tabloid. Saya pelajari bagaimana orang lain bisa menulis dengan bagus. Saya koleksi buku-buku menulis seadanya. Karena terus terang saya nggak belajar secara khusus dalam pendidikan formal tentang pelajaran menulis. Semua saya dapatkan dari pengalaman saja. Belajar sendiri. Dalam kegiatan sehari-hari saya sering mengoleksi beragam data, siapa tahu nanti terpakai. Artikel menarik di koran saya kliping. Kalo ada informasi amsi di televisi atau radio langsung saya catet. Kebetulan suka bawa-bawa catatan kecil dan pulpen. Diam-diam aja saya tulis. Saya kelompokan data tersebut berdasarkan jenisnya; politik, sosial, ekonomi, budaya, agama dsb.</p>
<p>Terus saya lakukan sampe lulus sekolah sekalipun. Sampe akhirnya saya menemukan sebuah jalan untuk mengembagkan harapan saya dalam menulis. Saya gabung dengan majalah Permata akhir tahun 1995. Sampe sekarang, alhamdulillah saya bisa menulis. Sedikit lebih cepat, sedikit lebih sering, sedikit lebih mudah, dan masih banyak yang harus saya pelajari dan kembangkan lagi. Sobat, ini sekadar berbagi pengalaman. Tapi intinya, jika motivasimu sangat kuat dalam suatu bidang, katakanlah ingin bisa menulis, maka teruslah pelihara dengan makin banyak baca, bergaul dengan mereka yang bergelut di bidang itu, dan terus mengembangkan diri.</p>
<p>Ngomong-ngomong soal mood, bagaimana cara menumbuhkan dan mempertahankannya? Emang sih, kadang kita suka <i>bete</i> <i>van</i> bosen. Ada saja masa-masa di mana kita jenuh banget. Males ngapa-ngapain. Apalagi disuruh nulis. Watau, ambruk deh. Saua punya tip, barangkali bisa dicoba sama kamu.</p>
<p>Kalo saya lagi bete, pasti hilang deh <i>mood</i> utuk nulis. Gimana mengembalikannya? Kalo udah mentok banget biasanya saya rileks dulu. Ngasuh anak, atau sekadar refreshing di depan komputer (baca: main gim). Itu sering saya lakukan. Tapi main gimnya jangan kebanyakan. Bisa berabe juga lho. Nah, kalo udah selesai main kan biasanay rileks. Saat itulah saya sering dapet ide untuk segera menulis. Sobat, supaya nggak kehilangan mood, saya biasanya kalo dapat ide langsung dicatat atau dituliskan di komputer. Dan perlu diketahui bahwa ide bisa muncul di mana saja. Itu sebabnya kita kudu siap menyambutnya.</p>
<p>Banyak baca, biasanya juga akan mempertahankan <i>mood</i> atau setidaknya ada saja bahan yang masuk ke otak, siapa tahu kan itu malah jadi bahan tulisan. Tul nggak? Maka, saya ngasih saran supaya <i>mood</i> tetap terjaga kamu kudu sering bergaul dengan teman-teman yang hobi menulis atau yang hobi baca. Itu akan membantu dalam mempertahankan mood. Saya sering merasakannya kok. Kat Pak Faudzil Adhim, jangan nunggu <i>mood</i> datang, tapi justru harus kita sendiri yang menciptakan <i>mood</i> tersebut. Bila demikian, <i>mood</i> emang jadi nggak pernah padam, karena memang kitalah yang mengaturnya.</p>
<p>Oke deh, tancapkan kuat-kuat motivasi dalam dirimu untuk bisa menulis, dan pertahankan <i>mood</i> agar pembaca tetep menyala dalam dirimu. Sebab, bila motivasi untuk bisa menulis atau menjadi penulis kurang, atau malah nggak ada, sebaiknya urungkan saja cita-citamu ujtuk jadi penulis. Teori yang saya paparkan sebanyak itu, nggak akan ada gunanya jika motivasimu untuk menulis payah banget. Yup, semuanya memang berangkat dari motivasi. Kalo motivasi udah kuat, ritangan or halangan sebesar apa pun insya Allah bisa diatasi. Ayo kamu bisa menjadi penulis! <i>Go.. menulis Go!</i> Dan tentunya: Tetep semangat! <a href="http://osolihin.wordpress.com/" target="_blank">[O. Solihin]</a></div>
<p><img src="///C:/DOCUME%7E1/root/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=23&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/07/ngomongin-motivasi-dan-mood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/335ad2805159c0565fde3a358b008f47?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Remaja Mesjid Al Istiqomah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" medium="image">
			<media:title type="html">Add to Technorati Favorites</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/calvin-bad-mood.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">calvin-bad-mood.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEAJAIBAN AL-QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/05/keajaiban-al-quran/</link>
		<comments>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/05/keajaiban-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REMAJA MESJID AL ISTIQOMAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://remaja4istiqomah.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis. &#8220;Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 2:29) &#8220;Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=14&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an  	adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.</p>
<p><span class="ayet">&#8220;Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 2:29) </span></p>
<p><span class="ayet">&#8220;Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 41:11-12) </span></p>
<p>Kata &#8220;langit&#8221;, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada &#8220;langit&#8221; bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.</p>
<p>Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:</p>
<p>Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .<br />
<span class="anasayfa">(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)</span></p>
<p>Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.</p>
<p>1. Troposfer</p>
<p>2. Stratosfer</p>
<p>3. Ozonosfer</p>
<p>4. Mesosfer</p>
<p>5. Termosfer</p>
<p>6. Ionosfer</p>
<p>7. Eksosfer</p>
<p>Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, &#8220;… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.&#8221; Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.</p>
<p>Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:</p>
<p>Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin  	hanya terjadi pada troposfir.<br />
<span class="anasayfa">(http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)              </span></p>
<p>Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.</p>
<p><b><font color="#ffffff">Angin yang Mengawinkan</font></b></p>
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="100">
<tr>
<td>
<div align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Dalga11_ind.jpg" height="112" width="200" /><span class="resimalti">Gambar di atas memperlihatkan tahap-tahap pembentukan gelombang air. Gelombang air terbentuk ketika angin meniup permukaan air. Akibat pengaruh angin ini, pertikel-partikel air mulai bergerak melingkar. Pergerakan ini kemudian mendorong terbentuknya gelombang air yang silih berganti, dan butiran-butiran air kemudian terbentuk oleh gelombang ini yang kemudian tersebar dan beterbangan di udara. </span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan                    dan terbentuknya hujan karenanya.</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 15:22)</p>
<p>Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran &#8220;mengawinkan&#8221; dari angin dalam pembentukan hujan.</p>
<p>Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:</p>
<p>Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.</p>
<p>Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.</p>
<p>Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.</p>
<p>Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam…</p>
<p><b><font color="#ffffff">Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan </font></b></p>
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="151">
<tr>
<td>
<div align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/DENIZKAR1_ind.jpg" height="196" width="150" /> <span class="resimalti"><br />
Pengukuran yang dilakukan dengan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Jadi, hampir semua tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru (lihat gambar di samping). Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun. (lihat gambar atas). Fakta ilmiah ini telah disebutkan dalam ayat ke-40 surat An Nuur sekitar 1400 tahun yang lalu.. </span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p class="ayet">&#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 24:40)</p>
<p>Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku                    berjudul Oceans:</p>
<p>Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. <span class="anasayfa">(Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)</span></p>
<p>Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.</p>
<p>Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan &#8220;gelap gulita di lautan yang dalam&#8221; digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.</p>
<p>Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur<span class="ayet"> &#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…&#8221; </span> mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban                    Al Qur’an yang lain.</p>
<p>Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang &#8220;terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.&#8221; Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. <span class="anasayfa">(Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)</span><span class="ayet">                    </span></p>
<p>Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur&#8217;an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah.</p>
<p><b><font color="#ffffff">Pembentukan Hujan </font></b></p>
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td height="433" valign="top" width="11%">Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, &#8220;bahan baku&#8221; hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,</p>
<p class="ayet">&#8220;Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira&#8221; (Al Qur&#8217;an, 30:48)</p>
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="155">
<tr>
<td>
<div align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/ya_mur_ind.jpg" height="95" width="150" /><br />
<span class="resimalti">Gambar di atas memperlihatkan butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Al Qur&#8217;an. </span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.</p>
<p><b>TAHAP KE-1:</b> <span class="ayet">&#8220;Dialah Allah Yang mengirimkan angin&#8230;&#8221; 	</span></p>
<p>Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut &#8220;perangkap air&#8221;.</p>
<p><b>TAHAP KE-2: </b><span class="ayet">“&#8230;lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal&#8230;&#8221; </span></p>
<p>Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.</p>
<p><b>TAHAP KE-3:</b> <span class="ayet">&#8220;&#8230;lalu kamu lihat air hujan  		keluar dari celah-celahnya&#8230;&#8221;</span></p>
<p>Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.</p>
<p>Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:</p>
<p class="ayet">&#8220;Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 24:43)</p>
<p>Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:</p>
<p><b>TAHAP &#8211; 1, Pergerakan awan oleh angin: </b>Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.</p>
<p><b>TAHAP &#8211; 2, Pembentukan awan yang lebih besar:</b> Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus)  	yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.</p>
<p><b><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Bulut_uisl_ind.jpg" align="left" height="167" width="150" />TAHAP &#8211; 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih:</b> Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. <span class="anasayfa">(Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142) </span></p>
<p>Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div align="center"><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_rain.html"><br />
</a></div>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<p><b><font color="#ffffff">Fungsi Gunung</font></b></p>
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="100">
<tr>
<td>
<div align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Everest_ind.jpg" height="191" width="150" /><span class="resimalti">Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak. Fungsi pasak dari gunung ini mencegah guncangan dengan cara memancangkan kerak bumi yang memiliki struktur sangat mudah bergerak. </span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting                    dari gunung.</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:31)</p>
<p>Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.</p>
<p>Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.</p>
<p>Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.</p>
<p>Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:</p>
<p>Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma.<span class="anasayfa"> (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305) </span></p>
<p>Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui                    sebuah perumpamaan sebagai &#8220;pasak&#8221;:</p>
<p class="ayet">&#8220;Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?&#8221; (Al Qur&#8217;an, 78:6-7)</p>
<p>Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.</p>
<p>Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah &#8220;isostasi&#8221;. Isostasi bermakna sebagai berikut:</p>
<p>Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (<span class="anasayfa">Webster&#8217;s New Twentieth Century Dictionary,                    2. edition &#8220;Isostasy&#8221;, New York, s. 975)</span></p>
<p>Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:31)<br />
<b><font color="#ffffff">Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain</font></b></p>
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="288">
<tr>
<td width="278">
<div align="left"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Cebeltarik1_ind.jpg" align="left" height="195" width="150" /> <span class="resimalti">Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya. </span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah  	berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:</p>
<p class="ayet">&#8220;Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 55:19-20)</p>
<p>Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan &#8220;tegangan permukaan&#8221;, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. <span class="anasayfa">(Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)</span></p>
<p>Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an.</p>
<p><b><font color="#ffffff">Kadar  Hujan</font></b>Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).&#8221; (Al Qur&#8217;an, 43:11)</p>
<p>Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut &#8220;ukuran atau kadar&#8221; tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.</p>
<table align="center" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="486">
<tr>
<td>
<div align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/16tonbuharl_ind.jpg" height="119" hspace="5" width="150" />                    <img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/16tonyamurc_ind.jpg" height="119" width="150" />                    <span class="resimalti"><br />
Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah &#8220;tetap&#8221;: yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an dengan menggunakan istilah &#8220;menurunkan air dari langit menurut kadar&#8221;. Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,.. </span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.</p>
<p><b><font color="#ffffff">Pergerakan Gunung</font></b></p>
<p><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/hill950_ind.jpg" align="right" height="175" width="150" />Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 27:88)</p>
<p>Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.</p>
<p>Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.</p>
<p>Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.</p>
<p>Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.</p>
<p>Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:</p>
<p>Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. <span class="anasayfa">(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)</span></p>
<p>Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah &#8220;continental drift&#8221; atau &#8220;gerakan mengapung dari benua&#8221; untuk gerakan ini. <span class="anasayfa">(National Geographic                    Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)</span></p>
<p>Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.</p>
<div align="center"><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_formationofrain.html"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/but1_ind.jpg" border="0" height="30" width="43" /></a><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/butmid_ind.jpg" height="30" width="482" /><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth.html"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/but3_ind.jpg" border="0" height="30" width="38" /></a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=14&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/02/05/keajaiban-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/335ad2805159c0565fde3a358b008f47?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Remaja Mesjid Al Istiqomah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/Dalga11_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/DENIZKAR1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/ya_mur_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/Bulut_uisl_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/Everest_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/Cebeltarik1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/16tonbuharl_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/16tonyamurc_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/hill950_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/but1_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/butmid_ind.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.keajaibanalquran.com/files/but3_ind.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>gAUl aLa iSLAm</title>
		<link>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/01/05/hello-world/</link>
		<comments>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/01/05/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 05:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REMAJA MESJID AL ISTIQOMAH</dc:creator>
				<category><![CDATA[GENERASI ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Jadi Generasi MTV? No Way! Posted in Buletin Studia Tahun II by abu fikri on the April 16th, 2007 Enam kata mengubah budaya Amerika selamanya, أ¢â‚¬إ“Ladies and gentlemen, rock and roll!أ¢â‚¬آ‌. Dengan deklarasi singkat pada 1 Agustus 1981 itu sebuah generasi telah lahir; Generasi MTV. Bahkan generasi ini lebih heboh ketimbang generasi bunga (hippies) di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=1&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://www.gaulislam.com/jadi-generasi-mtv-no-way/" rel="bookmark">Jadi Generasi MTV? No Way!</a></h2>
<div class="meta">Posted in <a href="http://www.gaulislam.com/category/buletin-studia/buletin-studia-tahun-ii/" title="View all posts in Buletin Studia Tahun II" rel="category tag">Buletin Studia Tahun II</a> by abu fikri on the April 16th, 2007</div>
<p><a href="http://technorati.com/faves?sub=addfavbtn&amp;add=http://gaulislam.com"><img src="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" alt="Add to Technorati Favorites" border="0" /></a>Enam kata mengubah budaya Amerika selamanya, أ¢â‚¬إ“Ladies and gentlemen, rock and roll!أ¢â‚¬آ‌. Dengan deklarasi singkat pada 1 Agustus 1981 itu sebuah generasi telah lahir; Generasi MTV. Bahkan generasi ini lebih heboh ketimbang generasi bunga (hippies) di tahun 60-an. Dengan menjadikan musik sebagai menu utama dalam siarannya selama 24 sehari itu, MTV telah berhasil memberikan warna tersendiri bagi kehidupan pemirsanya. Dan saat ini, MTV telah ditonton di lebih dari 350 juta rumah dan 70 persen di antaranya di luar AS. Pemasukan MTV pun kian menggelembung hingga mencapai angka 3 milyar dolar AS per tahunnya. Bayangkan, gede banget kan? (matamata.com, 1 Agustus 2001)<span></span></p>
<p>Profesor Robert Thompson, pengajar di Syracuse University, yang menonton dan menganalisis TV bagi kehidupan manusia, mengatakan bahwa MTV membidik kelompok masyarakat yang khusus dan memberi mereka identitas. Ketika MTV hadir, industri benar-benar berubah. Tiba-tiba musik tidak lagi sekadar suara yang bagus, tetapi juga yang terlihat bagus.</p>
<p>Di Indonesia, MTV cukup sukses mewarnai kehidupan remaja kita. Setelah stasiun televisi ANTEVE bermitra dengan MTV Asia, saban hari kita disuguhi dengan beragam musik dan nyanyian, lengkap dengan video klipnya. Nggak cukup di tivi, kini MTV hadir di radio, dan mengudara dengan bendera MTV on the Sky.أ‚آ  Saking gencarnya tayangan MTV, nggak heran bila produk-produk MTV menjadi standar hidup yang harus diikuti pemirsanya; anak muda.</p>
<p>Pasti kamu juga udah ngeh dengan sapaan khas VJ-VJ MTV. Ya, sapaan yang sebenarnya bikin kita nggak produktif; أ¢â‚¬إ“Hai anak nongkrong!أ¢â‚¬آ‌. Coba, dibilangin anak nongkrong. Itu artinya kalo nggak nongkrong, nggak gaul, bukan generasi MTV. Kita tahulah, bahwa aktivitas nongkrong kan identik dengan malas. Tul nggak? Walah, bener-bener mereka bikin gaya hidup sendiri bagi pemirsanya yang sebagian besar berusia antara 15 &#8211; 24 tahun. Inilah generasi MTV. Generasi yang penuh dengan kebebasan dan hura-hura.</p>
<p>Dalam perjalanannya selama 20 tahun ini, MTV memang udah mengubah budaya dunia. Tren yang berkembang sekarang seperti nggak bisa lepas dari pengaruh yang ditularkan MTV. Saking mengglobalnya budaya pop yang diusung MTV, sampe anak-anak di kampung pun ketularan. Ya, musik ternyata tidak sekadar hiburan, tapi sudah berubah menjadi gaya hidup. Bahkan belakangan, MTV nggak terbatas pada soal musik, tapi juga mulai memproduksi film teaterikal, game show, dan penghargaan bagi dunia hiburan dalam berbagai manifestasinya (ingat Gen-Bi dan Penghargaan MTV Indonesia). Ya, selain menghadirkan video klip musik, MTV juga udah bikin game show macam Singled Out, film-film seperti Selebrity Deadmatch dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa MTV ingin menerobos masuk dan membangun identitas baru bagi pemirsanya.</p>
<p>Walhasil, kini kita dihadapkan pada sebuah kenyataan yang berat. Gimana nggak, serangan budaya dan pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam ini bakal menggerus kepribadian kita, remaja muslim. Gaya hidup yang ditularkannya bakal mengelupaskan dan mengubah kepribadian Islam kita. Buktinya, ada remaja yang tadinya rajin ke mesjid begitu mendengar adzan maghrib berkumandang, sekarang justru lebih enjoy menikmati klip musik dari MTV. Remaja yang tadinya nggak kenal dandanan funky, setelah nonton tayangan klip musik MTV, ia begitu keranjingan ingin mempraktikkannya. Begitu pun ketika nonton Ewan Mc Gregor yang jadi junkies (yang kita juga bingung kenapa bisa disebut أ¢â‚¬إ“coolأ¢â‚¬آ‌), ada remaja yang langsung mengamalkan gaya Ewan, dan nyobain jadi junkies juga, dengan berharap ikutan cool. Walah, celaka dua belas deh!</p>
<p><b>Generasi yang nggak pede!<br />
</b>Kalo dilihat dari kenyataan sehari-harinya, generasi MTV ini memang punya impian untuk bisa melakukan apa saja sesuka hatinya. Bisa mewujudkan segala keinginannya tanpa harus ada yang menghalanginya, meski adakalanya juga hal itu bertentangan dengan hati nuraninya sendiri. Pokoknya ingin bebas merdeka. Makanya ia berusaha tampil pede untuk mewujudkan impian-impiannya ituأ¢â‚¬â€‌yang juga sering menyesatkan.</p>
<p>Namun sebetulnya teman-teman remaja yang kadung udah nyetel dengan sebutan generasi MTV ini justru kagak pede. Buktinya, mereka yang melakoni model kehidupan seperti yang diajarkan MTV kebingungan mengidenti-fikasi siapa dirinya. Mereka biasanya main nyocok-nyocokin aja dan sifatnya trial and error. Kali aja kalo ia tampil dengan dandanan seperti Mandy Moore yang ia tonton di klip MTV, bisa kebagian tenar dan bekennya.</p>
<p>Kamu tahu kan lagunya TLC yang berjudul أ¢â‚¬إ“Unprettyأ¢â‚¬آ‌? Walah, naga-naganya sih banyak teman remaja yang merasa mirip dengan cerita dalam lagu itu. Kamu juga pasti tahu deh, karena lagu itu menceritakan tentang pergumulan batin seseorang yang tak pernah merasa puas dengan penampilan jasmaninya. Ia merasa gagal telah diciptakan dan lahir ke dunia dengan penampilan yang buruk rupa. Ujung-ujungnya jadi nggak pede dengan penampilan alami dirinya. Dan tentu, ia berusaha koit-koitan mengubah bentuk fisiknya supaya cocok dengan standar yang ditetapkan oleh lingkungannya (teman gaulnya, gacoannya, etc.).</p>
<p>Ngomong-ngomong soal semen, eh, soal standar, dari dulu masyarakat kita juga udah biasa bikin patokan dalam pergaulan hidupnya. Di jaman jahiliyah dulu, di kalangan bangsa Arab punya standar kehidupan. Misalnya, bila salah seorang di antara mereka udah punya kuda, maka ia udah dianggap mapan dalam kehidupannya. Sebab itu pun berfungsi sebagai identitas harga dirinya. Orang tua kita dulu, kalo mau nyari menantu udah menetapkan standar-standar seperti; bibit, bebet, bobot. Sebab malu dong kalo keturunan bangsawan atawa ningrat harus kawin dengan rakyat biasa. Dan beragam standar lainnya yang dipakai untuk menetapkan hal-hal yang diinginkan. Meski acapkali standarnya juga nggak bener en nggak tepat. Tapi ya, itulah konvensi alias kesepakatan umum.</p>
<p>Standar apa yang ada di MTV? Tentu meski tidak tertulis, mereka suka bikin patokan-patokan sendiri. Dan so pasti standarnya juga ngawur bin amburadul. Sebab dibuat dengan sesuka hatinya. Misalnya, standar ganteng or cakep. Ukuran yang digunakan adalah wajah yang seperti Surya أ¢â‚¬إ“Cool Colourأ¢â‚¬آ‌ ke atas itu baru disebut ganteng. Tapi maaf saja, untuk wajah seperti Bang Mandra ke bawah, udah disebut susah dapet pasangan. Di Amrik sono juga sama, bagi yang setting wajahnya setara dan di atas James Van Der Beek, itu baru disebut ganteng en cool. Dan mohon maaf saja bila أ¢â‚¬إ“layoutأ¢â‚¬آ‌ wajahnya setara dan di bawah William H Macy, pasrah aja, udah untung ada yang mau juga.</p>
<p>Nah, itu sebabnya bagi teman-teman remaja yang lingkungan hidupnya udah menetapkan standar macam begitu, maka seringkali nggak pede. Ya, itu tadi seperti kisah dalam lagu Unpretty-nya TLC. Bener lho, padahal itu baru persoalan wajah, belum lagi masalah rambut. Hiiihh, remaja juga suka nggak bisa pede kalo misalnya rambutnya tampil biasa. Dan begitu liat video klip musik di MTV yang menayangkan model rambut funky, jadi deh coba-coba untuk menirunya. Bener-bener nggak pede dengan penampilan alaminya. Jadi emang nggak pernah jelas mengidentifikasikan siapa dirinya. Bingung, sebab ia nggak ngerti siapa dirinya dan mau ngapain dalam hidupnya di dunia ini. Coba aja, kalo dilihat dari gaya hidupnya, nyata banget bahwa mereka nggak ngerti tentang keberadaan mereka di dunia ini, untuk apa, dan mau kemana setelah kehidupan dunia ini. Gelap.</p>
<p>Nah, jawaban tentang kehidupan mereka itu akhirnya dicari lewat musik, melalui kreativitas (meski kreativitas yang salah), lewat segala kesenangan, dan tentu mimpi-mimpi. Namun, akhirnya mereka justru nggak bisa menjawab pertanyaan yang muncul dari situ. Mungkin saja secara lahiriah mereka tampak sukses dan ngak menemui kesulitan hidup. Tapi yakinlah, bahwa semua itu semu, hanya fatamorgana aja. Kenapa? Sebab generasi MTV sedang tidak merasakan kepercayaan diri atas keberadaan mereka.</p>
<p>Kamu bisa liat, bagaimana teman-teman kita yang kesepian dalam hidupnya lalu berupaya mencariأ‚آ  identitas dirinya. Misalnya, mereka mengenakan mode pakaian yang sedang in sekarang. Atau dengan penampilan yang super cuek menyusuri lorong-lorong mal atawa di jalan-jalan. Tapi yakinlah, itu bukan muncul karena rasa percaya dirinya yang kuat. Itu hanya cuek, bukan pede. Sebab, kalo emang percaya dengan apa yang ada dalam dirinya; kurang atau lebih, ia bisa tampil apa adanya sesuai dengan keberadaan dirinya. Kenapa mereka bisa begitu? Kembali kepada soal standar hidup yang ditetapkan lingkungannya. Kalo merasa nggak sama dengan standar yang ada, maka siap-siaplah dianggap kampungan dan kuper. Itu sebabnya, kalo nggak mengenakan pakaian model yang lagi ngetren, pasti bakalan dicap belum gaul, nggak funky en jauh dari kesan cool. Coba, parah kan?</p>
<p>Dalam soal hiburan juga generasi MTV ini terlihat nggak percaya diri. Itu dibuktikan dengan, misalnya, mereka menggandrungi jenis musik yang hingar-bingar ketika bersama teman gaulnya. Tentu dengan tujuan biar disebut gaul dan keren. Di sekolah dengerinnya Limp Bizkit, Westlife, Padi, Sheilla on 7, dengan harapan biar disebut anak gaul. Padahal, adakalanya ketika udah sampe di rumah doi dengerin lagu-lagunya Meggy Z, Irvan Mansyur, Hamdan ATTأ¢â‚¬â€‌bukan OTT lho, terus Rhoma Irama de el el. Labil banget emosinya kan?</p>
<p><b>Islam, the way of life</b><br />
Ngomong-ngomong soal gaya hidup, emang akhirnya kita kudu kembali kepada siapa sebenarnya kita. Sebagai seorang muslim, tentu saja patokan hidup kita kudu sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam. Itu sudah standar lho. Sebab, segala aktivitas dalam hidup kita emang kudu أ¢â‚¬إ“link and matchأ¢â‚¬آ‌ dengan Islam.</p>
<p>Memang benar, dalam hidup ini kita wajib punya standar. Supaya bisa menentukan sikap dan langkah kita. Mau ngapain, dan akan ke mana. Maka bila kita udah tahu siapa diri kita, mau ngapain di dunia ini, dan akan ke mana setelah hidup di dunia biasanya lebih percaya diri dan lebih jelas menatap masa depan. Kita seharusnya bisa bertanya kepada diri kita sendiri, siapa kita?أ‚آ  Dan harus bisa menjawabnya dong. Allah Swt. berfirman:</p>
<p>أ™ث†أ™إ½أ™آپأ™آگأ™إ  أکآ®أ™إ½أ™â€‍أ™â€™أ™â€ڑأ™آگأ™ئ’أ™آڈأ™â€¦أ™â€™ أ™ث†أ™إ½أ™â€¦أ™إ½أکآ§ أ™إ أ™إ½أکآ¨أ™آڈأکآ«أ™â€کأ™آڈ أ™â€¦أ™آگأ™â€ أ™â€™ أکآ¯أ™إ½أکآ§أکآ¨أ™â€کأ™إ½أکآ©أ™آچ أکآ،أ™إ½أکآ§أ™إ أ™إ½أکآ§أکآھأ™إ’ أ™â€‍أ™آگأ™â€ڑأ™إ½أ™ث†أ™â€™أ™â€¦أ™آچ أ™إ أ™آڈأ™ث†أ™â€ڑأ™آگأ™â€ أ™آڈأ™ث†أ™â€ أ™إ½<br />
أ¢â‚¬إ“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,أ¢â‚¬آ‌ (QS al-Jأƒآ¢tsiyah [45]: 4)</p>
<p>Nah, setelah kita tahu siapa diri kita dengan jawaban yang memuaskan, maka pasti kita bisa mengetahui mau ngapain kita di dunia ini. Yap, karena kita berasal dari Allah, maka tentu saja hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah. Kamu kudu ngeh juga bahwa yang namanya ibadah itu bukan hanya sebatas shalat, tapi luas banget; termasuk jihad adalah ibadah juga. Firman Allah Swt.:</p>
<p>أ™ث†أ™إ½أ™â€¦أ™إ½أکآ§ أکآ®أ™إ½أ™â€‍أ™إ½أ™â€ڑأ™â€™أکآھأ™آڈ أکآ§أ™â€‍أ™â€™أکآ¬أ™آگأ™â€ أ™â€کأ™إ½ أ™ث†أ™إ½أکآ§أ™â€‍أکآ¥أ™â€™أ™آگأ™â€ أ™â€™أکآ³أ™إ½ أکآ¥أ™آگأ™â€‍أکآ§أ™â€کأ™إ½ أ™â€‍أ™آگأ™إ أ™إ½أکآ¹أ™â€™أکآ¨أ™آڈأکآ¯أ™آڈأ™ث†أ™â€ أ™آگ<br />
أ¢â‚¬إ“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.أ¢â‚¬آ‌ (QS adz-Dzأƒآ¢riyأƒآ¢t [51]: 56)</p>
<p>Nah, berikutnya adalah, bahwa manusia bakalan kembali kepada Allah. Dan itu kita kudu yakin betul. Firman Allah Swt.:</p>
<p>أ™ئ’أ™إ½أ™إ أ™â€™أ™آپأ™إ½ أکآھأ™إ½أ™ئ’أ™â€™أ™آپأ™آڈأکآ±أ™آڈأ™ث†أ™â€ أ™إ½ أکآ¨أ™آگأکآ§أ™â€‍أ™â€‍أ™â€کأ™إ½أ™â€،أ™آگ أ™ث†أ™إ½أ™ئ’أ™آڈأ™â€ أ™â€™أکآھأ™آڈأ™â€¦أ™â€™ أکآ£أ™إ½أ™â€¦أ™â€™أ™ث†أ™إ½أکآ§أکآھأ™â€¹أکآ§ أ™آپأ™إ½أکآ£أ™إ½أکآ­أ™â€™أ™إ أ™إ½أکآ§أ™ئ’أ™آڈأ™â€¦أ™â€™ أکآ«أ™آڈأ™â€¦أ™â€کأ™إ½ أ™إ أ™آڈأ™â€¦أ™آگأ™إ أکآھأ™آڈأ™ئ’أ™آڈأ™â€¦أ™â€™ أکآ«أ™آڈأ™â€¦أ™â€کأ™إ½ أ™إ أ™آڈأکآ­أ™â€™أ™إ أ™آگأ™إ أ™ئ’أ™آڈأ™â€¦أ™â€™ أکآ«أ™آڈأ™â€¦أ™â€کأ™إ½ أکآ¥أ™آگأ™â€‍أ™إ½أ™إ أ™â€™أ™â€،أ™آگ أکآھأ™آڈأکآ±أ™â€™أکآ¬أ™إ½أکآ¹أ™آڈأ™ث†أ™â€ أ™إ½<br />
أ¢â‚¬إ“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?أ¢â‚¬آ‌ (QS al-Baqarah [2]: 28)</p>
<p>Jadi, ngapain kita kudu nyari identitas lain untuk diri kita, bila Islam adalah agama kita. Mestinya kita bangga menjadi generasi Islam, bukan generasi MTV, generasi bunga, generasi biru, generasi metal, generasi dangdut, generasi funky dan sejenisnya. Kita cukup menjadi generasi Islam. Tentu dengan mengamalkan seluruh ajarannya dan menjadi pembelanya. Sekali lagi, Islam adalah jalan hidup kita. Islam adalah ideologi kita. Bukan yang lain. Generasi MTV? No, Way!</p>
<p><img src="///C:/DOCUME%7E1/Androw2/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" /><img src="///C:/DOCUME%7E1/Androw2/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/remaja4istiqomah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=remaja4istiqomah.wordpress.com&amp;blog=2451195&amp;post=1&amp;subd=remaja4istiqomah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://remaja4istiqomah.wordpress.com/2008/01/05/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/335ad2805159c0565fde3a358b008f47?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Remaja Mesjid Al Istiqomah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gaulislam.com/images/btn-fave2.png" medium="image">
			<media:title type="html">Add to Technorati Favorites</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
